Menanti

Menurut KBBI atau yang biasa orang bilang Kamus Besar Bahasa Indonesia, menanti itu memiliki arti sebagai berikut :

nanti2/nan·ti/ v tunggu;


bernanti-nanti/ber·nan·ti-nan·ti/ v selalu menunggu; lama menunggu;

bernantian/ber·nan·ti·an/ v 1 menunggu-nunggu; berjaga-jaga: mereka ~ di pantai; 2 saling menunggu;

menanti/me·nan·ti/ v menunggu: telah lama saya ~ Anda di sini;

menanti-nanti/me·nan·ti-nan·ti/ v menunggu-nunggu:dari tadi kami ~ kedatanganmu;

menantikan/me·nan·ti·kan/ v menunggu kedatangan orang atau sesuatu yang akan datang: lama ia ~ ibunya; bus itu ~ calon penumpangnya yang masih harus menyeberang jalan;

ternanti-nanti/ter·nan·ti-nan·ti/ v menanti-nanti dengan penuh harapan; berharap-harap: banyaklah orang ~ hendak melihat bagaimana hasil perundingan itu;

nanti-nantian/nan·ti-nan·ti·an/ v ternanti-nanti; saling menanti;

penanti/pe·nan·ti/ n 1 orang yang menanti (menunggu); 2 penerima tamu;

penantian/pe·nan·ti·an/ n 1 tempat menanti (menunggu); 2 hal (keadaan) menanti

Tapi menurut saya tidak begitu, karena begini.. menanti akan memiliki makna yang fundamental apabila ada sesuatu didepan sana, nah disini yang saya maksud fundamental tersebut, kira-kira apa yang ada di depan sana ?

Ada beberapa orang (katakan lah 3 1/2 orang, lu tau kan yang 1/2 apa) yang menanti sesuatu yang tak pasti, mereka resah dan gelisah karena sesuatu yang tak pasti tersebut, tapi kalo menurut gw sih biasa ajah, standar banget kalo menanti sesuatu yang tak pasti, karena kan seperti yang udah gw sampaikan diatas, bahwa genteng eh maksud gw menanti sesuatu yang ada di depan sana itu memang tidak pasti, kalo mau yang pasti ya tunggu aja yang ada di belakang sana, tinggal nengok spion udah pasti keliatan apa yang ada di belakang.

Permasalahan yang mau gw angkat pada saat ini adalah berat, karena itu mau gw angkat, kalo enteng kan nggak perlu diangkat, ngerti kan maksud gw.

Kalian pernah nggak menanti yang pasti, kalo pernah pasti kalian ngerti banget perasaan yang gw rasain tiap hari, sesuatu yang udah pasti datang dan terjadi tapi tetap harus dinanti, rasanya tuh sesuatu banget pada saat gw nunggu bel makan siang.

Jangan lupa berdoa sebelum makan ya teman-teman, semoga tulisan ini bermanfaat bagi khalayak ramai, kalo belum ramai ya tunggu ramai dulu baru jadi khalayak, mohon maaf jika semua kata salah, karena kesempurnaan hanyalah milik Om telolet Om, karena bunyinya sudah terstandarisasi oleh pihak berwenang yang menjadikan dirinya pihak yang kurang kerjaan untuk memberikan standarisasi bagi Om telolet Om.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s