Cari duit yang banyak pacarnya

Banyak orang mencari pacar yang banyak duitnya, kenapa harus banyak duitnya ? Karena kalo tidak banyak duitnya maka saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai diri saya sendiri.

Pertama-tama kita lihat dulu penjelasan dari KBBI tentang hal yang dekat sekali dengan duit, yaitu materialistis.

materialistis/ma·te·ri·a·lis·tis/ /matérialistis/ abersifat kebendaan; mengenai benda: harapannya tidak didasarkan atas keinginan yang — , melainkan karena rasa ingin meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di sekitarnya

Seperti yang bisa kita baca diatas, turun dikit pak jangan terlalu atas, orang yang seneng duit identik dengan istilah materialistis, untuk itu kita harus merubah paradigma yang berlaku saat ini.

Paradigma yang saya maksud ialah jangan lagi kita, atau saya saja lah biar nggak ada yang tersinggung di luar sana, sekali lagi jangan cari pacar yang banyak duitnya, tetapi carilah duit yang banyak pacarnya, niscaya duit-duit lain akan mengikuti, untuk mendapatkan hal semacam itu kita, atau saya saja lah biar nggak ada yg tersinggung diluar sana, tidak perlu menjadi pribadi yang materialistis, kita hanya perlu mengatur supaya duit yang kita punya tidak bertemu dengan pacar-pacar nya dalam satu waktu bersamaan, karena bila itu terjadi, niscaya angan-angan Anda untuk mendapat banyak duit akan sirna seketika itu juga.

Itulah paradigma super yang saya bagikan dalam blog ini, semoga kita, atau saya sajalah biar nggak ada yang tersinggung diluar sana, bisa merencanakan pertemuaan duit yang kita punya agar tidak terjadi percekcokan antara pacar-pacar mereka, atau yang biasa anak jaman sekarang bilang “main cantik”.

Semoga apa yang saya bagikan ini bermanfaat bagi yang membacanya, mohon maaf bila semua tulisan saya salah, karena seperti yang kita tahu bahwa kesempurnaan hanya milik KBBI.


Persekusi

Arti kata persekusi menurut KBBI atau yang dikenal khalayak ramai dengan julukan Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah sebagai berikut :

persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis

Sudah baca artinya ? Yakin ? Coba disimak sekali lagi ya

persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis

Sudah dibaca lagi ya, nggak perlu saya paste dibawah sini lagi kan ? Mau lagi ? Biar baca nya manteb ya ? Oke saya kasih lagi

persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis

Saya rasa cukup yah, baiklah kalo begitu kita mulai mengupas apa yang sudah kita baca diatas, pertama tama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu sodara sekalian di rumahnya masing masing, karena jika tidak hadir maka Rumah orang akan kebanjiran tamu yang tidak diinginkan, bukan begitu pemirsa ?

Selanjutnya yang ingin saya sampaikan adalah keinginan saya dimana saya ingin sekali membahas tentang persekusi, karena saya juga ingin seperti khalayak ramai yang sudah kelebihan ramainya dalam membahas persekusi.

Baiklah kalo begitu mari kita coba pahami tentang apa itu persekusi, pertama kita harus tau dulu apa arti dari persekusi, menurut KBBI atau yang biasa khalayak ramai sebut dengan julukan Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyebutkan bahwa persekusi sudah saya tuliskan 3 kali di paragraf sebelumnya jadi KBBI tidak mau lagi menyebutkan arti dari persekusi, karena KBBI sudah kebanyakan payung untuk dikoleksi, kalo dapetnya dompet cantik bolehlah.

Baiklah pemirsa, karena KBBI sudah tidak lagi bergairah untuk menjelaskan arti dari persekusi maka pembahasan kita tentang persekusi kita cukupkan sampai disini, bukan saya nggak cinta tapi mudah mudahan kita akan dipertemukan lagi di pembahasan tentang definisi kata kata yang lain, karena setahu saya ada banyak kata di dalam KBBI, jadi saya yakin seyakin-yakinnya bahwa kita pasti akan dipertemukan lagi di pembahasan selanjutnya.

Mohon maaf atas kuota Anda yang tersita karena membaca tulisan ini, mohon maaf jika semua kata salah, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesempurnaan hanya milik KBBI, karena “kesempurnaan” tidak ada dalam kamus bahasa Jerman.

Warisan

Menurut KBBI atau yang biasa khalayak ramai menyebut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menjelaskan arti dari warisan yaitu :

wa·ris1 n orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal;
— asli waris yang sesungguhnya, misalnya anak dan istri; 
— karib waris yang dekat hubungan kekerabatannya; 
— sah penerima warisan yang sah berdasarkan hukum (agama, adat);

me·wa·risi v 1 memperoleh warisan dari: karena anak satu-satunya, dialah yang akan ~ seluruh harta kekayaan orang tuanya; 2 ki memperoleh sesuatu yang ditinggalkan oleh orang tuanya dan sebagainya: ia tidak saja memperoleh harta kekayaan, tetapi ia juga ~ utang-utang yang ditinggalkan almarhum;

me·wa·ris·kan v 1 memberikan harta warisan kepada; meninggalkan sesuatu kepada: gurunya ~ ilmu silat kepadanya; 2 menjadikan orang lain menjadi waris;

wa·ris·an n sesuatu yang diwariskan, seperti harta, nama baik; harta pusaka: ia mendapat ~ yang tidak sedikit jumlahnya;

pe·wa·ris n orang yang mewariskan;

pe·wa·ris·an n proses, cara, perbuatan mewarisi atau mewariskan;

ke·wa·ris·an n hal yang berhubungan dengan waris atau warisan
Warisan konon merupakan sesuatu yang diturunkan dari atas kebawah, sampai sini saya harap Anda mengerti dan memahami apa yang saya maksudkan tentang warisan, jika masih belum mengerti dan memahaminya silahkan anda membaca tulisan ini secara terbalik, niscaya Anda akan menyusahkan orang lain, karena mereka akan menduga-duga perihal apa yang sedang Anda lakukan, padahal anda hanya membaca tulisan ini secara terbalik.
Kembali lagi kepada pembahasan tentang warisan, karena di paragraf sebelumnya kita sudah terlalu jauh melenceng dari norma-norma yang berlaku di negeri tercinta Indonesia, karena saya Indonesia dan saya pancasila.

Baiklah pemirsa yang terhormat, saya mohon dukungan doa karena saya sudah sulit untuk kembali ke jalan yang di ridoi Tuhan Yang Maha Esa, mudah-mudahan saya bisa kembali membahas mengenai warisan di paragraf berikutnya.

Okehhh… kita bahas tentang warisan mulai dari paragraf ini ya, warisan sejatinya merupakan sesuatu yang diturunkan dari atas kebawah,,, tunggu dulu pemirsa, sepertinya saya sudah menulis ini di paragraf pertama, ohmaygad.. apa yang terjadi dengan saya, siapa yang menulis ini sebenarnya, siapa saya, apakah blog saya dibajak ? Oleh siapa ? Bahkan pembaca blog ini belum ada, jadi apa yang harus saya lakukan ?

Baiklah, saya tau apa yang harus saya perbuat, sekarang saya akan proses orderan di lapak Tokopedia saya dulu, lumayan buat jajan bocah, emm masalah warisan akan saya bahas kemudian jika saya sudah mendapat turunan dari atasan saya.

Mohon maaf atas ketidak senonohan yang saya buat disini, mohon maaf atas semua kata yang salah, karena kesempurnaan hanya milik dia yang ada di atas, yang sampai saat ini saya masih menunggu kapan turunnya.

Menanti

Menurut KBBI atau yang biasa orang bilang Kamus Besar Bahasa Indonesia, menanti itu memiliki arti sebagai berikut :

nanti2/nan·ti/ v tunggu;


bernanti-nanti/ber·nan·ti-nan·ti/ v selalu menunggu; lama menunggu;

bernantian/ber·nan·ti·an/ v 1 menunggu-nunggu; berjaga-jaga: mereka ~ di pantai; 2 saling menunggu;

menanti/me·nan·ti/ v menunggu: telah lama saya ~ Anda di sini;

menanti-nanti/me·nan·ti-nan·ti/ v menunggu-nunggu:dari tadi kami ~ kedatanganmu;

menantikan/me·nan·ti·kan/ v menunggu kedatangan orang atau sesuatu yang akan datang: lama ia ~ ibunya; bus itu ~ calon penumpangnya yang masih harus menyeberang jalan;

ternanti-nanti/ter·nan·ti-nan·ti/ v menanti-nanti dengan penuh harapan; berharap-harap: banyaklah orang ~ hendak melihat bagaimana hasil perundingan itu;

nanti-nantian/nan·ti-nan·ti·an/ v ternanti-nanti; saling menanti;

penanti/pe·nan·ti/ n 1 orang yang menanti (menunggu); 2 penerima tamu;

penantian/pe·nan·ti·an/ n 1 tempat menanti (menunggu); 2 hal (keadaan) menanti

Tapi menurut saya tidak begitu, karena begini.. menanti akan memiliki makna yang fundamental apabila ada sesuatu didepan sana, nah disini yang saya maksud fundamental tersebut, kira-kira apa yang ada di depan sana ?

Ada beberapa orang (katakan lah 3 1/2 orang, lu tau kan yang 1/2 apa) yang menanti sesuatu yang tak pasti, mereka resah dan gelisah karena sesuatu yang tak pasti tersebut, tapi kalo menurut gw sih biasa ajah, standar banget kalo menanti sesuatu yang tak pasti, karena kan seperti yang udah gw sampaikan diatas, bahwa genteng eh maksud gw menanti sesuatu yang ada di depan sana itu memang tidak pasti, kalo mau yang pasti ya tunggu aja yang ada di belakang sana, tinggal nengok spion udah pasti keliatan apa yang ada di belakang.

Permasalahan yang mau gw angkat pada saat ini adalah berat, karena itu mau gw angkat, kalo enteng kan nggak perlu diangkat, ngerti kan maksud gw.

Kalian pernah nggak menanti yang pasti, kalo pernah pasti kalian ngerti banget perasaan yang gw rasain tiap hari, sesuatu yang udah pasti datang dan terjadi tapi tetap harus dinanti, rasanya tuh sesuatu banget pada saat gw nunggu bel makan siang.

Jangan lupa berdoa sebelum makan ya teman-teman, semoga tulisan ini bermanfaat bagi khalayak ramai, kalo belum ramai ya tunggu ramai dulu baru jadi khalayak, mohon maaf jika semua kata salah, karena kesempurnaan hanyalah milik Om telolet Om, karena bunyinya sudah terstandarisasi oleh pihak berwenang yang menjadikan dirinya pihak yang kurang kerjaan untuk memberikan standarisasi bagi Om telolet Om.

Canggung

Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, Canggung itu memiliki arti sebagai berikut :

canggung1/cang·gung/ a 1 kurang mahir atau tidak terampil dalam menggunakan sesuatu (karena belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok: rupanya ia belum biasa memegang senapan karena itu sangat — tampaknya; saya tidak — lagi berpidato di depan umum; 2 kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan: setengah orang mengatakan bahwa setir kiri itu — , tetapi buat saya sama saja dengan setir kanan; 3 merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (karena belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yang berlaku): ia merasa — bergaul dengan gadis-gadis yang baru dikenalnya itu; 4kaku (dalam arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun): orang desa itu — ketika pertama kali datang di kota; 5 kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pada tempatnya): kalimat-kalimat dalam karangan itu –; 6 dalam keadaan kekurangan (tentang kehidupan, kepandaian, dan sebagainya): bagaimana dapat senang hidupku kalau serba — seperti ini; pengetahuan dan kepandaian serba — karena itu engkau sulit mendapat pekerjaan;

kecanggungan/ke·cang·gung·an/ n sikap yang kaku (kikuk); kekakuan: dalam penyesuaian diri kadang-kadang timbul ~

Itu menurut KBBI, kalo menurut saya sih Canggung itu teknologi kekinian yang menjadi fundamental bagi para penyanyi dangdut.

Tanpanya tak ada satupun penyanyi dangdut yang bisa dikatakan “penyanyi” secara struktural maupun secara independen.

Tanpanya maka istilah sawer pun akan menjadi bias dan kurang bermakna bagi para Abang Abang yang kebanyakan duit belanja, sehingga mereka menyisihkan duit belanja istrinya untuk apa yang mereka anggap fundamental sebagai penyandang status “penyawer”.

Sekian pembahasan sedikit tentang Panggung, semoga bermanfaat bagi saya dan orang-orang yang ada di diri saya, mohon maaf jika semua kata salah, karena kesempurnaan hanya milik yang punya kesempurnaan.